Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Kata "Refrain" sih gini

Singkatnya Refrain merupakan novel pertama yang bikin aku nangis. Fyi aja aku nggak terlalu suka baca. Jadi novel yang aku baca bisa diitung&di rak buku cuma segelintir novel yang aku punya. Kalo temen-temen nggak bilang "Gak bakal nyesel pernah baca ini" "Buagusss wep sumpah" "Recommended banget" aku bakalan mikir 1000 kali baca novel tersebut. Tapi kalo sudah niat dari awal buat baca juga dalam 3-4 jam novel tsb pasti habis juga. 

Kayak Refrain ini, aku mungkin cuma butuh waktu sekitar 3 jam untuk melalap habis isi novel ini. Dan............................nggak mengecewakan guys. Aku juga sukses dibikin nangis gara gara Niki sama Nata (tokoh dua sahabat di novel ini). Dan ada beberapa quote bagus yang bisa aku share:

“Persahabatan itu gak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apapun itu. Persahabatan yang tulus gak harus punya alasan.”  

“Cinta itu gak memiliki, semua orang bebas merasakannya, menyimpannya. Tapi kalau kamu terlalu takut untuk mengakuinya, selamanya kamu bisa terperangkap di dalamnya.” 

“Manusia bisa menua, tempat bisa berubah, kita bisa melupakan. Karena itulah kamera digunakan, untuk merekam hal-hal yang tidak dapat diingat manusia dengan sempurna”  

“...bahkan saat dunia berputar dan berubah,kenangan yang tercetak pada lembaran foto itu tidak pernah berubah. Photographs last for a lifetime.” 

“Tidak ada persahabatan yg sempurna di dunia ini. yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” 

Rabu, 28 Agustus 2013

5 cm

Belum baca novelnya sih. Belum sampai selesai maksudnya. Tapi filmnya? Alhamdulillah sudah. Menurutku sih filmnya :
  • Bagus
  • Tempatnya kece
  • Ngena banget
  • Sukses bikin nangis 
Ceritanya tentang 5 sahabat yang sudah deket banget. Tau luar dalem sahabatnya deket banget lah intinya.Kemana-mana ber5. Bikin envy pokoknya. Selalu tampak harmonis dan terkandung cinta segitiga di dalamnya. 
Namun, tak seindah kenyataannya. Hingga akhirnya mereka mencapai tingkat kebosanan dan memutuskan untuk "rehat" selama 3 bulan. Dalam masa 3 bulan ini mereka tidak boleh bertemu, berkomunikasi, atau semacamnya. Dan setelah melewati masa rehat mereka pun pergi ke Semeru bersama. 

Dan menemukan beberapa quotes dalam novelnya :
“Jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang karena Tuhan sekalipun tidak pernah” 

“Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita,
kamu taruh di sini, di depan kening kamu
jangan menempel, biarkan dia
MENGGANTUNG, MENGAMBANG
5 cm di depan kening kamu
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu”  


“Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa.” 

“Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup...Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan,tetapi diperjuangkan."

“Tapi kita nggak boleh ngomongin karakter individu. Kalo udah begitu masalahnya selesai. Jadi apa-apa tergantung orangnya.”  

“Tapi kan ada yang lebih penting dari sekadar selera..yang penting kan kita bareng-bareng terus berlima..menghargai pendapat semuanya, selera semuanya, ketawa buat semuanya, sedih buat semuanya. Lagian kita jangan pernah saklek bilang nggak suka sama sesuatu karena nggak ada yang saklek dan pasti di dunia ini, semuanya berubah.” 

“Ke setiap diri di depan saya... hari ini, saya bilang...jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikitpun bekerja keras, tidak sedikitpun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impain kamu,...buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi diri kamu sendiri.

juga...ke setiap diri di depan saya hari ini,saya bilang..., jangan coba-coba bekerja keras, tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari,berkeringat,lelah,...tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan,bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, buat saya...,kamu...hanyalah pembual nomor satu bagi dunia”